Lembaga keris. Setelah Pengakuan UNESCO, Indonesia Semestinya Bentuk Lembaga Keris

Call For Paper Jurnal Defendonesia Volume 6 Nomor 1 April 2022

Kondisi ini membuat setiap Negara berusaha keras ber inovasi di berbagai bidang untuk tetap menjaga agar tidak tergerus dalam perubahan tersebut. Selain permasalahan tersebut diatas, rendahnya kepedulian terhadap pertahanan dan kedaulatan negara di masyarakat saat ini, khususnya para generasi muda yang mulai melupakan akan pentingnya arti pertahanan dan kedaulatan, menjadikan terkikisnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air, bahwa pertahanan adalah merupakan salah satu kebutuhan mutlak dan menjadi penjamin kedaulatan, keberlangsungan, serta keutuhan, suatu Negara Bangsa. Jurnal DEFENDONESIA diterbitkan setiap enam bulan sekali dengan ISSN 2354-6964 dan E-ISSN 2276-687X Dalam jurnal edisi kali ini, kami menyajikan lima tulisan yang mengangkat seputar Potensi Ranpur Bertenaga Fuel Cell untuk Mendukung Teknologi Siluman dan Kekuatan Tempur, Konsep Pergelaran Teknologi Persenjataan Batalyon Arhanud Dalam Menangkal Ancaman Kalimantan Barat, Relasi Pertahanan Indonesia-India Era Jokowi dan Hedging Indonesia Dalam Menghadapi Tiongkok, Rekonstruksi Penguatan BAKAMLA Dalam Pembangunan Keamanan Laut Nasional dan Posisi Indonesia Terhadap Aliansi Amerika, Inggris dan Australia AUKUS Dalam Perspektif Neorealisme.

Next

Tentang Lembaga Kajian Pertahanan Stategis (KERIS)

Arwin Datumya Wahyudi Sumari, S. Lembaga tersebut diperlukan sebagai konsekuensi pengakuan agar semua pihak melakukan banyak hal dalam melestarikan dan mengembangkan perkerisan Indonesia. Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia.

Cyber Defense : Sebuah Kebutuhan Pertahanan di Era Globalisasi

Adapun misi dari USCYBERCOM adalah: 1 Merencanakan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronisasikan dan melakukan kegiatan untuk operasi langsung dan pertahanan jaringan informasi Departemen Pertahanan Amerika Serkat DoD. Namun melihat tantangan kedepan dimana potensi keamanan cyber yang menjadi sangat serius dan memungkinkan mempengaruhi pertahanan negara, pemerintah Australia melalui Direktorat Pertahanan Sinyal Departemen Pertahanan Australia yang membuat sebuah badan bernama Cyber Security Operations Centre CSOC yang bertanggungjawab atas mendeteksi dan menangkal ancaman kejahatan cyber terhadap kepentingan dan pemerintah Australia. Amerika Serikat, Amerika serikat membentuk sebuah unit khusus bernama United States Cyber Command USCYBERCOM dibawah United States Strategic Command USSTRATCOM yang mulai diaktifkan pada tahun 2009 sebagai reaksi atas banyaknya serangan cyber terhadap fasilitas jaringan komputer dan internet Negara adikuasa tersebut.

Next

Call For Paper Jurnal Defendonesia Volume 6 Nomor 1 April 2022

Kondisi ini disadari betul oleh Negara-negara maju yang menjadikan internet atau lebih familiar dengan sebutan dunia maya menjadi sebuah matra atau dimensi baru yang harus dijelajahi, dikuasai dan dipertahankan setelah darat, laut, udara dan angkasa luar. Salah satu catatan keberhasilan yang fenomenal dari unit ini adalah ketika Unit 8200 berhasil menghentikan operasi radar senjata anti pesawat udara suriah.

Next

Cyber Defense : Sebuah Kebutuhan Pertahanan di Era Globalisasi

Sedangkan Mike McConnell, seorang mantan kepala mata-mata CIA menilai, efek dari cyberwar tertiup jauh seperti serangan nuklir. Keputusan ini merupakan respon atas banyaknya pencurian data dan teknologi militer Amerika Serikat. Bahkan, tren terbaru menunjukkan bahwa sangatlah mungkin melumpuhkan atau mengacaukan sebuah organisasi, bisnis, masyarakat, atau bahkan seluruh bangsa melalui serangan cyber.

Tentang Lembaga Kajian Pertahanan Stategis (KERIS)

Keprihatinan ini sangatlah beralasan karena Generasi Muda merupakan tumpuan dan penerus dari sebuah Bangsa kelak, sehingga penyadaran akan rasa cinta tanah air sangatlah penting untuk dilakukan saat ini. Israel, Israel diketahui mempunyai sebuah unit khusus bernama Unit 8200 yang mempunyai spesialisasi cyber walfare dibawah Israel Defense Forces IDF. Salam jabat erat, Lembaga KERIS.

Next

Call For Paper Jurnal Defendonesia Volume 6 Nomor 1 April 2022

Lembaga KERIS kembali mengadakan Call For Paper untuk Jurnal Defendonesia Volume 6 Nomor 1 April 2022. Ginting, MMgtStud, qtc, CPPM, MAIPM.

Next

Cyber Defense : Sebuah Kebutuhan Pertahanan di Era Globalisasi

Para penyerang akan memiliki akses ke peralatan yang paling canggih yang berhubungan dengan pertahanan lawan. Bahkan serangan worm Stuxnet terhadap sistem komputer fasilitas nuklir iranpada awal tahun 2011 ini disebebut-sebut merupakan hasil kerja dari unit ini. Pusat keamanan cyber ini merupakan hasil kerjasama berbagai Negara anggota NATO untuk meningkatkan keamanan terhadap system jaringan komputer Negara-negara anggota NATO.

Next