Perpaduan antara kebudayaan hindu-buddha dan kepercayaan asli indonesia terlihat pada .... Kebudayaan Hindu

5 Akulturasi Kebudayaan Nusantara Dan Hindu

Daerah-daerah yang tidak mendapat pengaruh Hindu-Buddha di wilayah Indonesia antara lain Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua, dan Kepulauan Nusa Tenggara Timur.

Next

Soal & Jawaban PAT/UKK IPS Kelas 7 SMP/MTs 2021

Selain itu dimasukkannya unsur — unsur Nusantara ke dalam cerita bisa di lihat dengan dimasukannya beberapa tokoh seperti Punakawan Gareng, Semar dan Petruk dan si Cepot di wayang Golek yang menjadi ciri khas Nusantara. Misalnya pada masyarakat Jawa terdapat upacara membawa sesaji ke sawah atau upacara persembahan kepada penguasa Laut Selatan dan lain sebagainya.

Akulturasi Antara Kebudayaan Hindu Budha Dan Kepercayaan Asli Indonesia Terlihat Pada?

Cerita di dalam pertunjukan wayang kulit ini berasal dari India, namun wayangnya berasal dari Indonesia asli. Untuk selanjutnya muncullah tradisi pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Next

Perpaduan antara kebudayaan hindu buddha dan keper...

Rakyat mengangkat seorang kepala suku pemimpin. Bukti-bukti yang menunjukkan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan , antara lain adalah: a.

Next

7. Akulturasi antara kebudayaan Hindu

Sementara bentuk candi yang pada hakikatnya adalah punden berundak merupakan unsur budaya lokal.

Next

Akulturasi Kebudayaan Asli Indonesia Dengan Kebudayaan Hindu Buddha

Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Raja Airlangga terhadap pendidikan keagamaan bagi rakyatnya dengan memberikan fasilitas berupa pembuatan bangunan yang akan digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengajaran.

Bentuk Akulturasi Kebudayaan Nusantara dan Hindu

Sebagian penduduk yang menganut ajaran Islam Muhammadiyah menghilangkan tata upacara selain yang diajarkan dalam agama Islam. Tapi Setelah masuknya pengaruh India kepercayaan terhadap roh halus tidak punah. Misalnya, pada hari kematian disebut hari geblag, selanjutnya sesaji terus diadakan pada hari ketiga nelung dina , hari ketujuh mitung dina , hari keempat puluh matang puluh dina , hari ke seratus nyatus , satu tahun mendak pisan , dua tahun mendak pindo , dan seribu hari nyewu.