Puncak kejayaan pemerintahan daulah abbasiyah terjadi pada masa pemerintahan harun al-rasyid yaitu p. Puncak Kejayaan Bani Abbasiyah di Bawah Pemerintahan Khalifah Harun Ar

Apa Penyebab Runtuhnya Dinasti/Daulah Abbasiyah? Ini 7 Faktornya

Daulah Abbasiyah mengalami pergeseran dalam berbagai bidang terutama pemerintahan, sehingga masa pemerintahan yang berlangsung dapat dikelompokkan menjadi 5 periode. Kedua, dengan terang-terangan dan himbauan di forum-forum resmi untuk mendirikan dinasti Abbasiyah berlanjut dengan peperangan melawan dinasti Umayyah. Pada masa inilah mulai terjadi transfer ilmu pengetahuan ke wilayah Eropa.

Next

Kelemahan Politik

Dengan semakin gencarnya gerakan penerjemahan, semakin memperkaya literatur-literatur ilmu pengetahuan, filsafat, dan sastra dalam bahasa Arab.

Next

Kelemahan Politik

Di samping itu, bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, dan sastra. Fase pertama pada masa khalifah Al-Manshur hingga Hrun Ar-Rasyid pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan mantiq.

Next

Puncak Kejayaan Islam di Tangan Daulah Abbasiyah

Sementara pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah, lebih menfokuskan diri pada upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga masa pemerintahan ini dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Bahkan menurut sebagian ahli sejarah menyatakan bahwa sebenarnya Harun ingin menggabungkan laut tengah dengan laut merah.

Next

Daulah Bani Abbasiyah: Harun Ar

Khalifah Harun Ar-Rasyid berada pada tingkat yang lebih tinggi peradabannya dan lebih besar kekuasaannya jika dibandingkan dengan Karel Agung di Eropa yang menjalin persahabantan dengannya karena motif saling memanfatnkan. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.

PRESTASI DINASTI ABBASIYAH ~ beribuwawasan

Imam Thabari mengabarkan bahwa Byzantium kalah dari Harun ar-Rasyid dengan kehilangan lebih dari 40 ribu pasukan. Khurrasan mempunyai warga yang bertemperamen pemberani, kuat fisiknya, tegap tinggi, teguh pendirian, tidak mudah terpengaruh nafsu dan tidak mudah bingung terhadap kepercayaan yang menyimpang, di sanalah diharapkan dakwah kaum Abbasiyah mendapat dukungan. Berbagai buku diantaranya dari India berhasil diterjemahkan seperti buku Kalilah dan Dimnah maupun berbagai cerita Fabel yang bersifat anonim.